TULUNGAGUNG - Ratusan massa gabungan dari organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa mengadakan aksi demo menuntut penutupan lokalisasi pekerja seks komersial (PSK) yang berada di Tulungagung, Jawa Timur. Demo tersebut dilakukan di Jalan Kartini, depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung.
Para pendemo menuntut ditutupnya dua lokalisasi PSK yaitu lokalisasi Kaliwungu yang berada di Kecamatan Ngunut dan lokalisasi Ngujang yang terletak di Kecamatan Kedungwaru.
Pada awalnya demo berjalan tertib, namun setelah lama menunggu tidak ada kabar dari perwakilan mereka yang sedang menemui anggota dewan, massa tidak sabar dan bergerak menuju gedung tempat pertemuan dilaksanakan. Massa aksi saling dorong dengan aparat kepolisian dari Polres Tulungagung pun tak terelakkan. Massa saling dorong bisa diredam setelah mendengar keputusan eksekusi penutupan lokalisasi akan dilaksanakan tujuh hari sebelum bulan Ramadan.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Tulungagung, Kyai Haji Mahfudz meminta kepada organisasi masyarakat dan warga agar mengawal penutupan kedua lokalisasi tersebut.
“Ormas dan masyarakat agar mengawal penutupan kedua lokalisasi, apabila nantinya ada perlawanan dari pihak yang tidak setuju dengan adanya penutupan kita akan melakukan perlawanan juga,” ucap pria yang sering disapa Gus Hadi itu kepada wartawan, Sabtu (26/5/2012).
Sebenarnya rencana penutupan kedua lokalisasi tersebut sudah dideklarasikan sejak Desember tahun lalu. Namun, karena mendapatkan perlawanan dari kedua penghuni lokalisasi tersebut akhirnya pelaksanaannya berlarut-larut.