OKEJOGJA » 

Dewan Adat Keraton Nilai MoU Dua Raja di DPR Tak Penting

Bramantyo - Okezone
Senin, 4 Juni 2012 15:09 wib
Ilustrasi, Suasana di Keraton Surakarta (foto: Bramantyo/okezone)
Ilustrasi, Suasana di Keraton Surakarta (foto: Bramantyo/okezone)

SOLO- Dewan Adat Keraton Kasuanan Surakarta, Jawa Tengah, menilai penandatangan kesepahaman (MoU) antara dua raja Solo yang digelar di DPR, Senayan, hari ini tidak penting.

Pengageng Sentana Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Puger, adik kandung PB XIII mengaku lebih baik memilih menemui tamu yang datang ke keraton ketimbang mencari informasi atas penandatangan tersebut.

“Lebih penting tamu saya dari pada acara itu," kata KGPH Puger saat dikonfirmasi okezone, Senin (4/6/2012).

Sayangnya Puger enggan menjelaskan siapa tamu yang dimaksud. Secara pribadi, lanjut Puger, dirinya tidak mengetahui adanya penandatanganan MoU antara PB XIII Hangabehi dan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung Tedjowulan yang disaksikan oleh empat menteri.

"Apa ada itu penandatangan, saya tidak tahu. Saya sedang berada di dalam keraton,” singkat KGPH.

Sementara itu, suasana di Keraton Kasunanan Surakarta pascapenandatanganan dwi tunggal dua raja berjalan normal.

Kendati sempat beredar kabar PB XIII Hangabehi telah mengeluarkan intruksi membuka pintu Keraton, namun hal tersebut tidak mengganggu aktifitas di lingkungan Keraton.

Polresta Solo pun hanya menempatkan polisi wisata di lingkungan Keraton untuk berjaga-jaga. 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

(kem)

  • wongndesa - 0 Tanggapan
    Gusti Puger semunipun ndombani keng rayi Gusti Mung nggih? kok kadosipun acuh tak acuh, nanggapi babagan rekonsiliasi menika. Nggih pun mangga, niku hak panjenengan. Namung kulo aturi mirsani kasunyatan, bilih mayoritas putra Sampeyan Dalem PB XII, sampun sami nyengkuyung rekonsiliasi. kajawi menika, warganing masyarakat saha pemerintah ugi sampun sami nyengkuyung. tegesipun, mungguhing umum, rekonsiliasi sampun leres lan sae. menapa panjenengan pinangka priyayi luhur badhe ngagem beneripun piyambak? utawi beneripun kelompokipun piyambak? menapa sikap ingkang kados makaten menika wicaksana? Mangga Gusti, kulo aturi menggalih ingkang lebet. Nuwun sewu Lhe menika.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป