Topik » Suap Impor Daging ,
Getting time...

OKEJOGJA » 

Konservasi Alam Yogyakarta Rawat 135 Jenis Satwa Dilindungi

Prabowo - Okezone
Sabtu, 16 Juni 2012 17:05 wib
(Foto: Danang Prabowo/Okezone)
(Foto: Danang Prabowo/Okezone)

YOGYAKARTA - Sebanyak 135 ekor berbagai binatang yang dilindungi undang-undang No 5 tahun 2010 dirawat dengan baik di Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) di Paingan Pengasih Kulonprogo, Yogyakarta.

Dari jumlah itu, ada sekitar 13 jenis satwa yang eksistensinya sudah hampir punah. Ke-13 satwa yang hampir punah itu diantaranya Orangutan, Kera Ekor Panjang, Siamang, Owa, Burung Kaka Tua, Kucing Hutan, Kura-kura, dan berbagai jenis burung Elang. Selain itu, LSM yang peduli satwa ini juga memelihara Buaya, Ular, dan Rusa.

"Satwa-satwa yang dilindungi itu akan dilepas ke alam bebas setelah menjalani proses 'penyembuhan'. Artinya, binatang tersebut akan dibebaskan ke habitatnya setelah dianggap mampu bertahan hidup dialam bebas," ujar Ketua YKAY, Febri Ardiyanto saat melakukan dialog dengan sejumlah wartawan, Sabtu (16/6/2012).

Untuk mengembalikan binatang tersebut kembali ke habitnya, ternyata tidak mudah. Butuh proses panjang agar binatang yang dilindungi itu mampu bertahan hidup di habitat aslinya. Contohnya, membebaskan Burung Elang.

"Beberapa waktu lalu, kita lepas Burung Elang. Sudah banyak binatang yang kita kembalikan ke habit aslinya, misal kura-kura di Karimunjawa, Burung Elang di Merapi, dan masih banyak lainnya," jelasnya.

Semua satwa yang ada masih dalam perawatan itu, lanjut dia, merupakan penyerahan baik dari instansi pemerintah maupun NGO, dan masyarakat yang peduli satwa. Untuk merawat satwa itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Biaya pemberian makanan ditaksir menelan Rp 13 Juta perbulan untuk saat ini.

"Biaya itu belum biaya lain-lainnya. Seperti gaji karyawan, biaya beli obat buat satwa, dan lainnya," jelasnya.

Pendanaan diperoleh dari berbagai donatur, baik tetap maupun tidak. Luas tempat konservasi satwa ini sekitar 14 hektar. "Tempat kita bukan kebun binatang, jadi tidak semua satwa dilindungi ada di sini. Tetapi kita konsen untuk mengembalikan satwa-satwa itu ke habitanya," ujarnya
 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

(crl)

BACA JUGA ยป