Getting time...

OKEJOGJA » 

Warga Karanganyar Pilih Ketua RT dengan Cara Unik

Minggu, 17 Juni 2012 21:00 wib
Ilustrasi Pemilihan Umum
Ilustrasi Pemilihan Umum

KARANGANYAR - Warga Desa Gedongan Karanganyar, Jawa Tengah, punya cara unik dalam memilih Ketua Rukun Tetangga (RT). Pemilihan dikonsep seperti pemilu dengan diwarnai debat antarcalon ketua RT, bahkan proses penghitungan suara dilengkapi dengan quick count.

Para calon dijemput dengan menggunakan delman menuju tempat pemungutan suara (TPS) Dusun Kleben, Desa Gedongan, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Acara Pemilihan Ketua RT (Pilkaret) ini disusun menyerupai pemilu legislatif dan presiden terdapat satu komisi pemilihan yang bernama Komisi Pemilihan Ketua RT 03. Selain itu, para calon juga mengikuti debat, layaknya calon presiden warga dipersilakan untuk mengajukan pertanyaan.

Selayaknya pemilihan umum presiden, warga juga melakukan pencoblosan surat suara. Terdapat tiga calon ketua RT yang memakai lambang hasil bumi. Usai mencoblos surat suara dimasukkan dalam kotak kaca. Lebih hebat lagi, dalam proses penghitungan suara juga terdapat quick count sehingga warga bisa memantau langsung dari sebuah monitor besar yang terpasang, sementara hasil penghitungan manual dicatat oleh petugas di sebuah papan.

Suasana penghitungan suara berlangsung heboh. Teriakan warga sebagai bentuk antusiasme dalam pemilihan ketua RT begitu tinggi untuk mendukung calon pilihannya. Pemilihan ketua RT unik ini memang sengaja digelar untuk memberi kesadaran bagi warga.

“Bahwasanya semua adalah sebagai pemimpin dan kita ambil konsep seperti ini, bahwasanya pemimpin itu harus kita angkat, dia bangga menjadi pemimpin, sehingga dia nantinya akan bertanggung jawab terhadap rakyatnya,” ujar Ketua Panitia Pilkaret, Asrul Dedek Manday, Minggu (17/6/2012).

Sementara menurut Andi Hernawan, salah seorang warga. Pemilihan ketua RT ini sangat dinantikan. Mereka tak melewatkan acara ini walau harus mengorbankan kegiatan lainnya. Andi mengaku sangat setuju dengan cara pemilihan ini, baginya pemilihan secara langsung adalah cara untuk memberi pelajaran tentang tata cara berdemokrasi kepada warga di lapisan terbawah.

“Pelajaran cara demokrasi. Dalam artian bisa melaksanakan secara langsung, umum, bebas rahasia,” katanya.

Setelah melalui penghitungan, Eka Prija terpilih sebagai ketua RT 03. Panitia pun memasangkan jas sebagai simbol seorang pemimpin kepada Eka. Dia juga diserahkan plakat tanda ketua RT 03 walau terkesan berlebihan, namun apa yang dilakukan warga Kleben ini patut dicontoh pelajaran berdemokrasi tidak hanya milik sebagian golongan saja, masyarakat di lapisan terbawah pun perlu untuk mengerti demokrasi yang sesungguhnya. Kehidupan warga yang demokratis akan meminimalisir gesekan kepentingan yang mungkin terjadi.
 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

(Widi Nugroho/Sindo TV/sus)

Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป