SEMARANG- Guru Besar Arsitektur dan Perkotaan Fakultas Teknik Undip, Eko Budiharjo, mengakui bangunan RSUD Kariyadi memang dipenuhi bangunan peninggalan bersejarah.
Namun untuk meneliti keberadaan dan umur gua tersebut, Eko Budiharjo meminta pihak RSUD Kariyadi Semarang segera memanggil instansi yang berkepentingan.
Menurut ketua Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota Semarang (DP2K) Semarang itu, ahli bangunan tua haruslah dihadirkan untuk menentukan status bangunan yang ditemukan di RSUD Kariyadi itu.
"Iya saya sendiri baru tahu tentang bangunan itu pas "njenengan-njenengan” (teman-teman wartawan) menghubungi saya menanyakan tentang itu. Saya sama sekali tidak tahu sejarah bangunan itu, tapi saya tau di Kariyadi itu memang dipenuhi bangunan peninggalan Belanda atau Jepang," kata Eko Budiharjo saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (26/6/2012).
Eko juga menambahkan, bangunan tua yang ditemukan belum tentu cagar budaya. "Bangunan tua belum tentu cagar budaya lho mas, tapi tetap harus dipertahankan. Makannya ahli bangunan bersejarah harus didatangkan oleh pihak rumah sakit agar bisa menentukan bangunan itu sebetulnya apa dan sejak kapan berada di sana. Ada rekan saya yang mungkin bisa membantu mencari tahu tentang bangunan tua yang ditemukan di Kariyadi itu," tandas pria yang pernah menjabat sebagai rektor Undip itu.