Getting time...

OKEJOGJA » 

PKB Targetkan Raih Suara Pemilih Pemula pada 2014

Nugroho Setyabudi - Okezone
Rabu, 11 Juli 2012 10:28 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG - Pemilih pemula menjadi rebutan di Pemilihan Umum 2014 mendatang. Setelah sebelumnya PAN yang sangat identik dengan para pemilih pemulanya, kini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Garda Bangsa akan bermain di level itu dan berkeyakinan memenangkan pemilihan orang nomor satu di Jateng pada 2013, sebelum datangnya pemilu.
 
PKB meyakini mampu memnuhi target 15 persen suara dalam pemilihan umum 2014 mendatang. Urutan ketiga di jajaran partai besar di Jawa Tengah, juga merupakan target mereka. Karena itu, DPD PKB Jawa Tengah akan memberdayakan organisasi Garda Bangsa untuk merangkul pemuda dan pemilih pemula yang ada di Jawa Tengah.

Ketua Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Zen ADv, menyatakan jumlah pemilih pada usia produktif (17-40) di Jateng mencapai 60-70 persen dari total pemilih. Sehingga menurutnya, kondisi itu merupakan 'tambang emas' yang bisa diolah untuk pemenangan pemilu 2014 mendatang.

"PKB berkepentingan besar untuk menggarap wilayah ini, terutama pada pemilih pemula. Di sinilah peran Garda Bangsa untuk melakukan pendekatan," kata Zen di Semarang.

Zen, yang juga anggota Komisi E DPRD Jateng, mengatkan, pada pemilu 2014 nanti, penentu kemenangan merupakan pemilih pemula. Sehingga, wilayah tersebut akan menjadi rebutan. Untuk itu pihaknya mengupayakan pendekatan secara kultural untuk menarik simpati masyarakat.

Hingga akhir 2012, pihaknya menargetkan membentuk struktur kepengurusan di setiap ranting atau desa. Setiap ranting diharapkan memiliki lima kader Garda Bangsa. Harapannya, Garda Bangsa bisa memberikan kontribusi kemenangan hingga 67 persen.

“Agar optimal dan bisa memenuhi target, maka kader Garda Bangsa yang kita rekrut adalah mereka yang belum masuk kepengurusan partai PKB atau organisasi sayap PKB,” katanya.

"Saya kembali ingatkan pada pemilu 1999, suara PKB mencapai 17 persen. Kemudian pada pemilu 2004 turun menjadi 15 persen, lantas pada pemilu 2009 lalu turun drastis menjadi 9 persen. Penurunan itu sebenarnya terjadi di hampir semua parpol. Munculnya parpol-parpol baru dengan dana besar adalah penyebab turunnya pendapatan suara PKB,” jelasnya. 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

(ris)

BACA JUGA ยป