SLEMAN- Kasat Brimob Polda DIY, Kombes Pol Gatot Sudibyo, menilai bom yang dibawa perampok di Kantor BRI yang berada di kompleks RSUP Dr Sarjito, Sleman, Yogyakarta berdaya ledak rendah.
"Kami belum bisa pastikan sebelum melakukan dilakukan penelitian lebih lanjut, tetapi kelihatannya low explosive (berdaya ledak rendah)," tegas Gatot, Senin (16/7/2012).
Gatot menjelaskan, keputusan untuk meledakkan bungkusan milik perampok setelah dilakukan pendeteksian menggunakan sinar x, diketahui dalam bungkusan diduga bom tersebut terdapat rangkaian kabel, MCB dan timer. Namun, polisi belum memastikan unsur bahan peledak dirangkaian tersebut.
"Rangkaiannya ada ballpoint terhubung dengan kabel kecil yang difungsikan sebagai pemicu manual, terdapat power source yang berasal dari baterai," tambahnya.
Meski sudah diledakan sekira pukul 10.45 WIB tadi di lokasi kejadian, namun polisi masih melakukan penyelidikan terkait bom tersebut.
Gatot menduga, rangkaian bom tersebut dibuat oleh orang yang sudah profesional dan terlatih, sebab tidak semua orang bisa merangkai bom seperti ini.
"Dilihat dari MCB-nya yang cukup bagus, rangkaiannya juga rapi. Memang ada timer, rangkaian elektronik, ballpoint dan powernya dari baterai," jelasnya.
Disinggung pelaku merupakan jaringan teroris, Gatot hanya tersenyum. "Saya belum tahu itu, kalau masalah itu bukan kewenangan saya. Saya hanya sebatas melakukan olah TKP," ujarnya.