Getting time...

OKEJOGJA » 

Seorang Tahanan Nikahi ABG di Markas Polisi

Minggu, 29 Juli 2012 11:57 wib
Proses ijab kabul Agus dan Sri Hidayah (Dok: Sindo TV/Taufik Budi)
Proses ijab kabul Agus dan Sri Hidayah (Dok: Sindo TV/Taufik Budi)

DEMAK - Seorang tahanan kasus judi togel terpaksa melangsungkan pernikahan di Mapolres Demak, Jawa Tengah, Minggu (29/7/2012) pagi.
 
Suasana haru terlihat saat prosesi ijab kabul antara Agus Sulistiyono (33), warga Kelurahan Bintoro dan seorang anak baru gede (ABG), Sri Hidayah (14), warga Sambiroto, Semarang.

Kedua mempelai lebih banyak menundukkan kepala. Komunikasi mereka pun dilakukan sambil berbisik.

Agus terpaksa melangsungkan pernikahannya di kantor polisi karena menjadi tahanan dalam kasus judi toto gelap (togel). Mereka dinikahkan petugas pencatat pernikahan di masjid di kompleks Mapolres Demak dengan mahar seperangkat alat salat.

Keluarga kedua mempelai terus menangis, apalagi saat Agus mengucapkan ijab kabul. Usai menikah, kedua mempelai tidak dapat menikmati kebersamaan sebagaimana pasangan yang baru menikah lainnya.

Mempelai perempuan langsung meninggalkan mapolres dan enggan menceritakan perasaannya pada hari bahagia tersebut. Demikian pula dengan anggota keluarga, mereka buru-buru pergi meningalkan kerumunan wartawan.

Sementara Agus harus melepas kemeja dan dasinya, berganti dengan baju tahanan. Dia kembali digiring ke dalam jeruji besi melanjutkan masa hukumannya.

Kendati demikian, Agus mengaku bahagia karena bisa menikahi gadis idaman yang sudah dikenalnya setahun lalu. Semula ia sempat khawatir acara sakral itu batal karena statusnya sebagai tahanan.

Kasubag Humas Polres Demak, AKP Sutomo, mengatakan, pernikahan dilangsungkan karena ada permohonan dari pihak keluarga. Jauh hari sebelum Agus ditahan, kedua keluarga telah menetapkan pernikahan pada hari ini. Namun apes bagi Agus, pada 29 Juni lalu, dia ditangkap polisi karena menjadi pengecer togel.

Sutomo menegaskan, meski status ditahan, namun tersangka tidak kehilangan hak sipilnya. Pihaknya juga menyediakan kamar khusus pasangan suami-istri bagi kedua mempelai bila ingin menikmati hari pertama penikahan, meski dibatasi dua jam saja. Namun, kesempatan itu tidak dimanfaatkan pengantin baru itu. Sang istri memilih pulang kembali ke rumah.
 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

(Taufik Budi/Sindo TV/ton)

BACA JUGA ยป