SEMARANG- Undangan dan sejumlah agenda pernikahan sudah siap digelar keluarga Besar Ramiah. Namun acara yang rencananya digelar usai Lebaran mendatang kandas akibat kebakaran di Jalan tirtoyoso 9 nomor 5 pada Sabtu 4 Agustus kemarin.
Ramiah menjadi salah satu korban tewas dalam kebakaran tersebut. Saat kejadian, tujuh orang ditemukan dalam keadaan tewas berkumpul di depan kamar mandi, tepatnya lima di bawah tangga dan dua orang hendak menuju kamar mandi.
"Dia (Ramiah) sehabis lebaran akan melaksanakan pernikahan, namun nasib berkata lain, dia keburu dipanggil oleh sang kuasa," lirih Slamet, sepupu dari Ramiah, di RSUP Kariadi Semarang, Jawa Tengah.
Isak tangis sempat pecah saat ibunda Ramiah, Siti, diberi kesempatan untuk melihat jasad putri bungsunya itu. Siti, bahkan sempat pingsan beberapa kali dalam pelukan anaknya.
Kebakaran rumah milik Andriyanto itu terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Warga yang berada di lokasi langsung panik karena api yang cepat membesar akibat banyaknya material yang mudah terbakar di dalam rumah.
Suwati, karyawan yang bekerja di rumah itu, mengatakan, api berasal dari genset yang dinyalakan karena saat itu terjadi pemadaman listrik. Api langsung membesar dan membakar material yang ada di lokasi yang dijadikan tempat usaha tersebut.