YOGYAKARTA - Ratusan Kader Partai Demokrat Kota Yogyakarta mendatangi kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DIY di Jalan Kolonel Sugiono, Yogyakarta. Mereka mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) dan menyatakan mundur dari partai yang dipimpin Anas Urbaningrum itu.
Mereka merupakan pengurus Partai Demokrat Kecamatan Mantrijeron, Mergangsang, dan Keraton Yogyakarta. "Yang kami bawa ini ada 250 KTA bersama surat pengunduran diri," kata pimpinan Pengurus Anak Cabang Partai Demokrat Mantrijeron, Satrio Hastadi, Kamis (6/9/2012).
Satrio menambahkan, alasan keluar dari partai karena sudah tidak nyaman. Pasalnya, mereka melihat pimpinan partai di daerah Yogyakarta arogan. "Kami keluar dengan baik-baik," tegasnya.
Kader yang di Dapil 1 (Kraton, Mergangsang, dan Mantrijeron) sekira 5.000 orang. "Saya tidak berani bilang 100 persen, tetapi kemungkinan nanti ada 99 persen keluar," imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif DPD Partai Demokrat DIY, Abdul Razak, menerima, seluruh KTA dan surat pengunduran diri tersebut. Namun, dia tidak berani memutuskan apakah pengunduran ini sah atau belum.
"Saya menerima seluruh KTA dan surat pengunduran ini, tetapi nanti akan saya sampaikan ke pimpinan. Sebab, surat ini ditujukan ke pimpinan," jelasnya.
Menurut aturan yang berlaku, secara administrasi pengunduran diri ini tidak syah. Sebab, pengunduran diri tetap harus dilakukan oleh yang bersangkutan tidak bisa diwakilkan.