KARANGANYAR - Kesedihan terlihat di raut wajah, Jatmiko, ayah terduga teroris Wahyu Ristanto alias Anwar, yang ditemukan dengan luka bakar serius di lokasi ledakan diduga bom di Jalan Nusantara Raya, Beji, Depok, Jabar, Sabtu malam lalu. Ristanto akhirnya meninggal setelah mendapat perawatan dan menjalani cuci darah di RS Polri Jakarta.
Jatmiko tak hentinya memanjatkan doa di pusaran anaknya di areal pemakaman umum di Dusun Banadaran, Kelurahan/Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Jawa Tengah. Pemakaman ini tadinya juga dihadiri para pelayat yang turut mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhirnya.
Meski semula enggan, namun akhirnya pria paruh baya itu bersedia menanggapi tudingan keterkaitan anaknya dalam jaringan terorisme di Tanah Air. Mewakili anaknya, dia meminta maaf, walau nalurinya masih belum percaya jika Wahyu terlibat.
"Saya atas nama Wahyu Ristanto, meminta maaf atas apa yang hendak dilakukan Wahyu. Meskipun saya tidak percaya, tapi ini sudah menjadi takdir anak saya," jelas Jatmiko di areal pemakaman, Jumat (14/9/2012).
Jatmiko mengaku selama ini dia dan istri tidak tinggal bersama anaknya lantaran merantau ke Balikpapan. Namun, sebagai orangtua dia senantiasa menjalin komunikasi dan memantau apa yang dilakukan sang anak, termasuk memberi izin ke Jakarta usai menjalani kursus otomotif di Solo.
Selama di rumah, tambah Jatmiko tidak ada hal-hal aneh yang dilakukan putranya itu. Bahkan menurut keluarga, Wahyu tidak pernah menerima tamu orang asing di rumah. "Yang pasti saya dan keluarga terkejut saat dihubungi polisi bahwa si X di lokasi ledakan itu Wahyu," paparnya.
"Wahyu bekerja di pabrik otomotif, tidak ada kaitannya dengan bom. Meskipun kami bisa menerima, tapi kami minta polisi mengungkap hal sebenarnya agar nama anak kami menjadi bersih," pungkasnya. (ris)