SOLO- Sebanyak 1.800 personel gabungan dari TNI dan Polri disiagakan untuk mengamankan di Solo, Jawa Tengah. Ini dilakukan untuk mengantisipasi sejumlah kegiatan masyarakat pascapencoblosan Pilgub DKI Jakarta pada Kamis, 20 September.
Apel kesiagaan aparat keamanan digelar hari ini di lapangan Parkir Timur Stadion Manahan, Solo. Sedangkan jumlah personel yang cukup banyak tersebut berasal dari gabungan TNI/Polri, di antaranya berasal dari Brigif, Kopassus, dan Brimob.
"Selain dari unsur TNI/Polri, unsur masyarakat lainnya seperti Satpol PP, Linmas juga diterjunkan," kata Kapolresta Solo, Kombes Pol Asdjima’in, usai apel Siaga Aman Nusa di Solo, Jawa Tengah, Rabu (19/9/2012).
Menurut Asdjima’in, kesiagaan ini berdasarkan instruksi langsung Kapolda Jawa Tengah dan Pangdam IV/Diponegoro.
Kesiapsiagaan ini, lanjut Kapolresta, dilakukan atas perintah kapolda dan pangdam untuk meminimalisir gangguan keamanan menjelang dan sesudah Pilkada DKI.
“Karena calon gubernur DKI Joko Widodo berasal dari Kota Solo, sehingga Kepolisian meminialisir dampak bidang Polsosbud Hankam pasca-pilkada DKI ini,” ujar Asdjima’in.
Selanjutnya gabungan personel keamanan TNI/Polri secara berkala akan disebar di beberapa titik yang berpotensi terjadi gesekan massa. Termasuk sekertariat-sekertarian partai politik pengusung kedua kandidat, juga tidak luput dari penjagaan. (kem)