OKEJOGJA » 

Bawaslu Tuding KPU Jateng "Bermain" di Pemilu 2014

Nugroho Setyabudi - Okezone
Senin, 5 November 2012 02:01 wib
Bawaslu Tuding KPU Jateng
Ilustrasi

SEMARANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng dianggap tidak terbuka dalam masalah proses verifikasi parpol. Hal ini membuat beberapa pihak kecewa, termasuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah. Apa yang dilakukan KPU ini, dikhawatirkan merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan parpol supaya bisa lolos verifikasi faktual.

Ketua Bawaslu Jateng, Abhan Misbah, menyatakan terdapat empat hal krusial yang ditutup-tutupi oleh KPU Jateng dan tak bisa diakses oleh Bawaslu. “Kejadian-kejadian ini tentunya dikhawatirkan akan mengganggu legitimasi proses pemilu di Jawa Tengah. Jangan-jangan ketertutupan ini di rangkai untuk menyelamatkan partai atau kepentingan tertentu," kata Abhan.

Sikap KPU yang dirasa kurang transparan oleh Bawaslu pertama adalah, penyerahan dokumen parpol yang lolos administrasi dari KPU RI kepada KPU Kabupaten pada tanggal 30 Oktober 2012. Dalam proses ini tim Bawaslu Jateng yang datang ke KPU Jateng tidak diberi akses mengikuti dengan dalih itu rapat internal KPU Provinsi Jateng dengan KPU Kabupaten/Kota.

Kedua, pencuplikan pengambilan sampel keanggotaan parpol oleh KPU Kabupaten/Kota yang difasilitasi KPU Provinsi Jawa Tengah di Hotel Semesta Semarang pada 1 November 2012. "Padahal sebelumnya kami telah mengirimkan surat resmi kepada KPU. Tapi tetap saja Bawaslu tidak diperbolehkan mengakses dengan alasan itu rapat internal," terangnya.

Hal ketiga menurut Abhan, adalah pada tanggal 2 Oktober lalu, Bawaslu meminta data kepengurusan Parpol tingkat provinsi kepada KPU Jawa Tengah. Namun menurut dia, KPU tak mau memberikan dan Bawaslu diminta untuk mengajukan permintaan ke KPU pusat.

Dan hak keempat yang dirasa ditutup-tutupi oleh KPU adalah, pada Sabtu 3, Novemberlalu, yaitu pada  hari pertama dilakukannya verifikasi faktual oleh KPU Jateng, ada dua parpol yang waktu verifikasinya ditunda dan KPU Jateng tidak mengoordinasikan dengan  Bawaslu Jateng.

"Kami meminta data dan akses itu untuk keperluan pengawasan namun ternyata tak diberikan. Ini aneh, kok kepada sesama penyelenggara pemilu saling menyulitkan? padahal hanya meminta data tapi sulitnya bukan main, nah coba bayangkan kalau yang meminta data masyarakat," ujarnya.

Koordinator Bidang Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jateng Teguh Purnomo, mengatakan, proses verifikasi faktual partai politik calon peserta pemilu 2014 di Jawa Tengah mendapatkan perhatian khusus dari Bawaslu Jateng.

Pengawasan tersebut meliputi kesesuaian pelaksanaan verifikasi faktual oleh KPU Jateng dengan peraturan perundangan, kebenaran dan keabsahan dokumen persyaratan Parpol. "Dan yang penting tidak boleh dilupakan adalah terjaminnya hak konstitusional parpol dalam proses menjadi parpol peserta Pemilu 2014," terangnya. 

(ris)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BACA JUGA »