Getting time...

OKEJOGJA » 

Guru Ngaji Dukung Raperda Baca Tulis Alquran Jadi Perda

Bramantyo - Okezone
Selasa, 20 November 2012 21:45 wib
Guru Ngaji Dukung Raperda Baca Tulis Alquran Jadi Perda
Ilustrasi Alquran

WONOGIRI- Bergulirnya rencana peraturan daerah (Raperda) yang mewajibkan para siswa sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, di Wonogiri, Jawa Tengah wajib bisa membaca dan menulis Alquran (BTA) mendapatkan dukungan dari para pembimbing Tempat Pendidikan Alquran (TPA).

Samian, salah satu pengajar Alquran yang tergabung dalam Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Alquran Kota Wonogiri, mendukung raperda tersebut untuk disahkan menjadi Perda.

"Biar dalam raperda tersebut terdapat sanksi hukuman 6 bulan dan denda Rp 5 juta. Raperda itu cocok untuk disahkan menjadi perda, bukankah tidak ada salahnya belajar Alquran, malah kita mendapat pahala," kata Samian kepada Okezone saat ditemui di Masjid Nurul Mu'jizat, Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (20/11/2012).

Samian tidak sependapat, bila dukungan itu hanya untuk mendapatkan tambahan honor mengajar. Menurutnya, raperda tersebut diajukan sudah sangat jelas sekali. Yaitu untuk membenahi akhlaq remaja Wonogiri yang sudah mengarah pada pergaulan bebas.

"Tidak ada tambahan juga tidak apa-apa, karena kami tidak mencari materi. Itukan untuk kebaikan remaja Wonogiri sendiri,"ujarnya.

Menurut Samian, dirinya dan para pengajar pengajian lainnya telah sepakat akan memberikan dukungan dan mensuport gagasan tersebut. "Kami akan mendukungnya total agar Wonogiri memiliki perda yang memperbaiki ahlaq,"ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Wonogiri, Siswandi, tidak sependapat bila acuan yang dipakai Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengajukan Raperda tersebut disebabkan tingginya pergaulan bebas di Wonogiri.

Menurut Siswandi, dibandingkan Kabupaten lainnya termasuk Kota Madya Solo, tingkat pergaulan remaja di Wonogiri masih dalam tingkatan yang wajar.

Munculnya beberapa kasus seksualitas yang terangkat ke permukaan disebabkan pihaknya mencoba untuk berkata jujur dan tidak menutupi fakta yang terjadi di lapangan.

"Kita berusaha jujur dan tidak ada yang kita tutup-tutup ke media masa. Masak, kalau kita bicara jujur terus diartikan angka pergaulan di Wonogiri juga tinggi, saya tidak sependapat," ujarnya. 

(kem)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BACA JUGA »