Getting time...

OKEJOGJA » 

Ini Mekanisme Pemberian Gelar Bangsawan Keraton Solo

Bramantyo - Okezone
Jum'at, 14 Desember 2012 14:56 wib
Piagam gelar kebangsawanan Keraton Solo (Foto: Bramantyo/Okezone)
Piagam gelar kebangsawanan Keraton Solo (Foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO - Jual beli gelar kebangsawanan di Keraton Kasunanan Surakarta, Jawa Tengah, sebenarnya bukan hal baru. Kasus ini kembali mencuat saat SISK Pakubuwono (PB) XIII curiga dengan kenaikan pangkat kebangsawanan dua warga negara Malaysia, yakni Dato Sri Paduka Lim Kim Ming dan istrinya.

Sebenarnya, bagaimana sistem yang dipakai Keraton Kasunanan Surakarta dalam memberikan gelar kebangsawanan.

Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung (KGPHPA) Tedjowulan mengatakan, seluruh gelar kebangsawanan harus sepengetahuan raja. Ada dua lembaga keraton, Sentono Ndalam dan Pangageng Parintah Keraton, yang bisa menyematkan gelar.

“Jadi, saat kedua lembaga tersebut mengajukan beberapa nama, ada tim survei yang diterjunkan untuk meneliti nama-nama tersebut. Kemudian, hasilnya diberikan kepada raja. Kemudian, raja yang mengarahkan si-A dapat gelar apa,” jelas Tedjowulan kepada Okezone, Jumat (15/12/2012).

Menurut dia, raja hanya membubuhkan tanda tangan untuk gelar kebangsawanan Kanjeng Pangeran (KP) dan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH). Gelar tersebut diberikan langsung oleh raja saat ulang tahun kenaikan tahta.

“Sedangkan gelar di bawahnya hanya ditandatangani dua lembaga keraton dan diberikan 15, 10, atau lima hari sebelum kenaikan tahta,” sambungnya.

Selain pemberian gelar, raja juga menyematkan gelar keturunan. Namun, khusus untuk keturunan harus melalui silsilah terlebih dahulu. Untuk siapa saja yang sudah mendapat gelar keturunan, dapat dilihat pada petunjuk silsilah di keraton.
 

(ton)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BACA JUGA ยป