Getting time...

OKEJOGJA » 

Elang Jawa Dipasangi Microchip Sebelum Dilepas

Selasa, 19 Februari 2013 21:28 wib
Elang Jawa Dipasangi Microchip Sebelum Dilepas
Ilustrasi, Elang Brontok (Foto: Prabowo/Okezone)

KULONPROGO- Untuk memudahkan identifikasi dan pemantauan, Taman Satwa WRC Jogja bersama Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, memasang penanda sayap (wing marker) cincin dan microchip pada elang Jawa (Nisaetus bartelsi). 

Pemasangan penanda sayap dan microchip tersebut merupakan rangkaian kegiatan rehabilitasi satwa liar sebelum dilepas ke habitatnya di Dusun Paingan, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, Selasa (19/2/2013).

Pramana Yudha, Indonesian Bird Banding Scheme (IBBS), mengatakan, wing marker merupakan metode penandaan pada burung pemangsa dengan menggunakan bahan vinil yang mampu bertahan hingga dua tahun.

Penggunaan wing marker bertujuan untuk memudahkan proses pemantauan elang pasca-pelepasliaran, sekaligus membedakan antara individu satu dengan lainnya.

Selain mengunakan wing marker, elang Jawa jantan berumur empat tahun itu juga dipasangi microchip untuk mengetahui identitas satwa yang akan dilepas bila wing marker lepas.

Pemasangan wing marker dan microchip pada satwa tersebut sangat penting, karena semua jenis elang sebagai burung pemangsa di Indonesia masuk dalam satwa yang dilindungi. 

Dokter hewan Taman Satwa WRC Jogja, Dian Tresno Wikanti, mengatakan, Elang Jawa yang diterima dari seorang mahasiswa itu sudah menjalani rehabilitasi sejak Juni 2011, dan siap dilepas. Secara fisik kondisi elang siap untuk dilepasliarkan.

“Untuk pemasangan banding, kami bekerja sama dengan IBBS sebagai lembaga yang memiliki kewenangan untuk melakukan banding atau tagging,” kata Dian, Selasa (19/2/2013). 

Selain pemasangan alat-alat tersebut, petugas juga mengambil sampel darah elat untuk mendeteksi penyebaran penyakit berbahaya seperti flu burung dan juga penyakit ND (Newcastle disease atau tetelo).

Elang Jawa tersebut akan dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Selasa, 26 Februari. 




 

(Budi Utomo/Sindo TV/tbn)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BACA JUGA »