OKEJOGJA » 

Dukun Tak Setuju RUU Santet Disahkan Jadi Undang-Undang

Bramantyo - Okezone
Selasa, 19 Maret 2013 14:32 wib
Dukun Tak Setuju RUU Santet Disahkan Jadi Undang-Undang
Mbah Oling dan sertifikat MURI (Foto: Bramantyo/Okezone)

KARANGANYAR - Ketua Supranatural Aji Saka, Teguh Suhendro atau biasa dikenal Mbah Oling, meminta DPR tidak mengesahkan Rancangan Undang-Undang KUHP terkait delik santet.

Menurut Mbah Oling, santet merupakan tindakan yang sangat sulit dibuktikan secara rasional, sedangkan hukum pidana adalah ranah rasional. Jika pasal tersebut disahkan, maka dapat menimbulkan berbagai masalah di kemudian hari.

"Santet itu sesuatu yang sangat jelek, tidak ada santet untuk kebaikan. Santet itu untuk melampiaskan dendam secara tidak nyata atau melalui media lain ke seseorang yang dituju. Bila RUU tentang santet disahkan menjadi Undang-Undang, apa tidak menimbulkan kerancuan? Bila ada Undang-Undang tersebut negara ini jadi negara koboi. Orang bisa membalas dendam dengan dalih Undang-Undang santet. Saya tidak setuju," jelas Mbah Oling saat ditemui Okezone, di Tegal Asri RT 01/07, Bejen, Karanganyar, Selasa (19/3/2013).

Mbah Oling menambahkan, santet bisa bekerja bila ada orang yang mengirimnya, sehingga berhasil atau tidaknya santet tergantung yang mengirimkan.

Mbah Oling mencontohkan, tidak sedikit orang yang meminta jasanya untuk mengirim santet kepada seseorang, namun permintaan tersebut ditolaknya. Pasalnya, santet bertentangan dengan hukum Islam dan perbuatan dosa.

"Jadi kalau perantaranya tidak mau mengirimkan santet ya tidak ada santet. Jadi kembali lagi ke moral penyedia jasa. Kalau penyedia jasa ingat dosa, sudah tentu dibayar berapapun ditolak," paparnya.

Sebaliknya, Mbah Oling mengaku tidak sedikit menyembuhkan orang yang terkena santet. Dia juga bersedia mengajari orang yang ingin menolak santet dalam hitungan detik. Bahkan kemampuannya tersebut telah mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Mbah Oling juga menyediakan jasa pengawalan gaib kepada beberapa politisi agar terhindar dari serangan supranatural yang ditujukan kepadanya.

"Saya pernah mengajari dalam jumlah banyak dan dibubuhkan dalam Museum Rekor Indonesia yakni menanggulangi santet dan gangguan gaib dalam hitungan detik. Alhamdulillah, hingga sekarang transfer ilmu tersebut masih dipakai," ujarnya.

Aji Saka merupakan perguruan supranatural yang memiliki anggota dari berbagai kalangan seperti pejabat negara dan pengacara terkenal. Selain itu, Aji Saka juga mempunyai beberapa perwakilan hingga mancanegara, seperti Amerika, Jerman, Taiwan, Malaysia, dan Singapura. 
 

(tbn)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BACA JUGA »