Getting time...

OKEJOGJA » 

Ratusan Hektare Tambak di Pekalongan Direndam Banjir

Rabu, 1 Januari 2014 18:05 wib
Ratusan Hektare Tambak di Pekalongan Direndam Banjir
Tambak di Pekalongan direndam banjir (Suryono/Sindo TV)

PEKALONGAN - Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, belum menunjukan tanda-tanda akan surut. Hujan deras masih mengguyur menjadi penyebab air tetap tinggi.

Air tidak hanya merendam pemukiman, tapi juga ratusan hektare tambak bandeng dan udang di Kelurahan Panjang Baru, Panjang Wetan Bandengan, dan Degayu di Kecamatan Pekalongan Utara. Empat wilayah itu merupakan daerah pesisir.

Selain daerah tersebut, tambak di Kelurahan Mulyorejo dan Jeruksari Kecamatan Tirto juga terendam. Begitu juga dengan tambak-tambak di Desa Wonokerto, Semut, Jambean, dan Pecakaran di Kecamatan Mojokerto.

Para pemilik rugi besar karena gagal panen. Ikan dan udang hanyut dibawa banjir imbas meluapnya air tambak. Upaya pencegahan sudah dilakukan dengan membuat tanggul di sekitaran tambak, namun air yang datang lebih tinggi.

“Banjir menenggelamkan tanggul sehingga air mengalir dan menghanyutkan bandeng serta udang. Kami para petani tambak merugi cukup banyak hingga puluhan juta dan sudah tidak punya modal lagi untuk menabur benih," aku Azimar, salah satu pemilik tambak.

Kerugian berkisar Rp8 juta sampai Rp15 juta untuk tambak bandeng, sedangkan udang nilai kerugian bisa lebih besar mencapai Rp30 juta per hektarenya. “Kami berharap agar petani tambak mendapat bantuan untuk bisa kembali memelihara bandeng ditambak lagi," jelas Lasti pemilik tambak lainnya.

Sementara itu, ketinggian air di pemukiman warga mencapai 30 sampai 50 sentimeter. Banjir menghambat aktivitas warga karena sejumlah akses jalan tergenang. 

(Suryono/Sindo TV/ris)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BACA JUGA »